Tips Berkebun Rumahan: Menara Cacing

DSCF2128

Menara cacing di kebun kecil kami.

Siapapun yang membuat kompos dari sampah dapur bisa jadi akan mengeluhkan bau yang menguar dari tempat sampah organiknya. Selain itu, mungkin serangga pengganggu seperti lalat akan terus-terusan mampir, bahkan meninggalkan larva-larva yang sulit dibasmi.

Akhir-akhir ini ada tawaran pengomposan dengan sistem bokashi, yang kedap udara sehingga tak berbau dan dapat menghindarkan dari gangguan serangga. Sistem bokashi memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, dan apabila sempat insya-Allah akan dibahas di blog ini. Namun, ada satu solusi yang menurut saya lebih sederhana untuk menjadikan sampah dapur Anda bermanfaat bagi kebun, tidak merepotkan, sekaligus tak berbau dan tak mengundang lalat, yakni “menara cacing” (worm tower).

worm-tower

Contoh penerapan menara cacing di kebun. Sumber: Garden Drum.

Menara cacing adalah material berbentuk silinder, lengkap dengan lubang-lubang kecil di sekelilingnya, yang ditanamkan di tanah (bedengan atau pot tanam)  sebagai tempat hidup dan perkembangbiakan cacing. Sampah-sampah dapur seperti sisa sayur-mayur, kulit buah, nasi basi, dll. akan dimasukkan ke dalamnya sebagai bahan makanan cacing-cacing tersebut. Menara cacing bisa dibuat dengan menggunakan pipa PVC, bambu, maupun kawat ayam yang dibulatkan dan diikat, seperti gambar di bawah ini.

worm-tower-mesh-in-hole

sumber: Plant Post

Karena ditanamkan di tanah dan ditutup di bagian atasnya, menara cacing dapat meminimalisir bau pembusukan sampah dan menghindarkan hadirnya binatang-binatang yang tak diinginkan. Cairan hasil pembusukan atau fermentasi sampah dapur langsung diserap oleh tanah maupun diproses oleh pencernaan cacing, dan hal ini dapat menghasilkan beragam nutrisi yang bermanfaat bagi tanaman-tanaman di sekelilingnya.

Berikut adalah diagram yang diikuti dengan cara pembuatan menara cacing, pemasangan, sekaligus pemanfaatannya.

image copy

menara cacing

  1. Pilih material silinder Anda, dan pastikan diameter dan panjangnya cukup sebagai tempat perkembangbiakan cacing sekaligus tempat pembuangan sampah organik. Di kebun, saya telah mencoba dua pipa PVC berdiameter di atas 10 cm, yang satu panjangnya 30 cm dan satunya lagi 50 cm. Material lain yang dapat digunakan adalah bambu yang tidak bersekat, kawat ayam yang dibulatkan dan diikat, bahkan botol-botol besar minuman bersoda yang dipotong dan disusun hingga membentuk pipa.
  2. Buat lubang-lubang kecil di sekeliling silinder. Saya menggunakan bor, namun Anda dapat coba gunakan gunting atau pisau yang runcing, meski harus disertai dengan kehati-hatian tingkat tinggi. Cara lain adalah dengan menggunakan solder, dengan memastikan Anda tidak menghirup bau pembakaran pipa PVC. Tak perlu khawatir apabila lubang-lubang terlalu besar. Cacing-cacing Anda takkan melarikan diri dari menara. Keberadaan sampah organik di dalam silinder justru mengundang cacing-cacing di luar menara untuk berkerumun di sekelilingnya.
  3. Gali lubang di bedeng, atau siapkan pot yang cukup besar dan lebar, lalu masukkan silinder. Bagian yang menyembul keluar sebaiknya tidak memiliki lubang di sekelilingnya agar tak mengeluarkan bau tak sedap. Perlu diperhatikan Anda tak menggali lubang di dekat pohon atau tanaman-tanaman kesayangan Anda, agar tidak merusak akar-akarnya. Dan apabila ingin memasang lebih dari satu menara cacing, beri jarak setidaknya tiga meter agar tak terlalu dekat tapi juga tak terlalu jauh.
  4. Masukkan ranting atau jerami ke dasar menara sebagai lapisan terbawah, diikuti dengan kertas atau serbuk kayu yang sudah dibasahkan sebagai bahan makanan awal bagi cacing-cacing Anda. Kemudian masukkan segenggam cacing, lalu masukkan kembali kertas atau serbuk kayu basah. Ruang yang tersisa bisa langsung dijadikan tempat pembuangan sampah dapur. Cara pelapisan ini hanyalah contoh, karena boleh saja menggunakan kotoran ternak sebagai media tempat hidup cacing, tanpa ranting, jerami, kertas, ataupun serbuk kayu basah.
  5. Beri tutup yang rapat di bagian atas (cek setelah satu jam, apabila cacing berkumpul di bagian atas, berarti kondisi menara terlalu panas, sehingga pot penutup sebaiknya diberi lubang-lubang kecil untuk sirkulasi udara).

Selamat mencoba!

testplantaug1

Contoh pemanfaatan menara cacing di dalam pot. Sumber: Urban Green Space.

8 responses to “Tips Berkebun Rumahan: Menara Cacing

  1. Foto terakhir yang di pot itu berarti alternatif kalo nggak punya lahan tanah yah. Di rumah nggak ada tanah soalnya dan sayang sebenernya kalo sisa2 sampah dapur ikutan diangkut petugas sampah

    • Betul. Lebih baik kalau potnya ukuran jumbo, sehingga jumlah tanah yang banyak tidak terganggu oleh efek pembusukan. Kalau potnya kecil dan tanahnya sedikit, dikhawatirkan tanahnya jadi becek. Pot jumbo plus menara cacing cocok sekali untuk tanaman2 yg agak rakus air dan nutrisi, misalnya tomat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s