Tips Berkebun Rumahan: Serbuk Bokashi

Tips ini untuk Anda yang sudah melakukan pengomposan limbah dapur, khususnya dengan sistem anaerob alias kedap udara. Pengomposan sistem anaerob memiliki keuntungan-keuntungan tersendiri, antara lain: 1) Tak ada serangga-serangga (merugikan) yang mengerumuni ataupun bertelur di kompos Anda; 2) Tidak menguarkan bau tak sedap; 3) Hasil fermentasi mengeluarkan aroma yang lebih dapat ditolerir; dan 4) Setelah dibuang dan ditimbun di tanah, sampah pun lebih cepat terurai.

Namun tahukah Anda, proses fermentasi pada pengomposan sistem anaerob dapat dipercepat dan diperkaya jumlah mikro-organisme bermanfaatnnya? Ya, yang perlu Anda lakukan hanyalah menaburkan serbuk bokashi tiap kali menambahkan sampah dapur baru ke dalam tong kompos. Bokashi adalah istilah Jepang yang sudah mulai populer, yang merujuk pada pengomposan anaerob. Di Indonesia, sistem ini disebut “felita” alias “fermentasi limbah rumah tangga,” dan serbuknya tentu saja disebut serbuk felita.

Nah, jika Anda punya waktu luang untuk membuat sendiri serbuk bokashi alias serbuk felita, berikut adalah langkah-langkahnya.

Yang dibutuhkan:

DSCF2170

  1. Serbuk/serutan kayu (dapat pula diganti dengan sekam, daun-daun kering yang ukurannya kecil-kecil, atau ampas teh maupun kopi).
  2. Wadah kedap udara.
  3. EM4, bisa juga menggunakan MOL (mikro-organisme lokal) buatan sendiri.
  4. Tetes tebu atau molase (bisa diganti dengan gula).
  5. Air bebas klorin.

Cara membuat:

DSCF2175

  1. Campurkan 1 atau 2 sendok makan EM4 atau MOL dan setengah cangkir tetes tebu dengan 1 liter air.
  2. Masukkan beberapa genggam serbuk kayu ke dalam wadah (saya menggunakan yang berukuran 10 liter), lalu tuang larutan dari langkah pertama sedikit-sedikit. Remas-remas atau aduk serbuk kayu hingga tercampur rata. Untuk yang berkullit sensitif, gunakan sarung tangan.
  3. Ulangi langkah kedua hingga beberapa kali sampai larutan habis.
  4. Tutup wadah dengan tutup kedap udara, dan pastikan tidak ada bocor atau retakan pada wadah. Simpan wadah di tempat sejuk dan gelap selama kurang lebih seminggu.
  5. Sesekali buka dan cek isi wadah. Jika ada bercak-bercak hitam dan bau busuk, berarti serbuk ini gagal dan proses harus diulang kembali.
  6. Setelah seminggu, serbuk yang berhasil melewati proses penyimpanan dapat dijemut di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Kemudian simpan dalam wadah yang tertutup rapat setiap waktu.
  7. Taburkan serbuk bokashi/felita tiap kali Anda menambahkan sampah ke dalam tong kompos.

Selamat mencoba!

DSCF2176

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s